About : “Perfectionism and Hatred”
Beberapa waktu ke belakang, aku nulis juga, tapi belum sampai selesai, aku hapus karena ngerasa tulisanku ngga cukup bagus, kurang faedahnya, dan sebagainya. Padahal dari dulu aku suka nulis. Ada juga orang yang baca dan ngerasa dapat manfaat dari itu. Tapi kenapa sering banget kayanya kena impostor syndrome? Walaupun udah lebih bisa mengatasi itu beberapa tahun terakhir, setelah baca beberapa part di buku The Gift of Imperfection karya Brene Brown, aku jadi tau kalau itu semua ada hubungannya sama sifat perfeksionisku yang aku kira sama kayak “melakukan yang terbaik” tapi ternyata ngga. Jujur aku ngga semental baja itu menghadapi respons negatif, konfrontasi, dan hal-hal semacamnya. Jadi aku terbiasa main aman dan mencoba melakukan segala sesuatu dengan “sempurna” (versiku) untuk melindungi diriku sendiri yang rentan. Dan sebagaimana yang kita tau bahwa ngga ada hal yang benar-benar sempurna, menghindari semua negativisme dari luar sangatlah ngga mungkin. Kalau dari risetnya Br...