Posts

About : "Love"

Once again, I’m telling myself that it’s not an easy thing to talk about. So, I really make a progress by having courage to write this and probably share it in my Blog (let’s see). Apa yang terlintas di pikiranmu kalau aku nyebut kata “love”? Kalau aku pribadi, otakku langsung mengingat berbagai macam orang, pengalaman, hobi, dan lain-lain, diikuti sama perasaan yang menyertainya. Entah itu perasaan menghangatkan atau sebaliknya. Tapi jujur, hal pertama yang diingat dan mungkin ini udah jadi bagian dari core memory-ku adalah the feeling of heartbreak that I experienced for the first time. 😊 See? Ini bakal jadi hal yang nggak mudah buat dibicarain tapi di sisi lain penting buat aku acknowledge and even talk about it. Why important? Because I already adopt the idea that somehow you need to talk about your vulnerabilities (your weaknesses, embarrassing moment, etc) in order to accept yourself whole-heartedly. Selain itu, aku mau mengingatkan bahwa having interest in someone or trying...

About : “Perfectionism and Hatred”

Beberapa waktu ke belakang, aku nulis juga, tapi belum sampai selesai, aku hapus karena ngerasa tulisanku ngga cukup bagus, kurang faedahnya, dan sebagainya. Padahal dari dulu aku suka nulis. Ada juga orang yang baca dan ngerasa dapat manfaat dari itu. Tapi kenapa sering banget kayanya kena impostor syndrome? Walaupun udah lebih bisa mengatasi itu beberapa tahun terakhir, setelah baca beberapa part di buku The Gift of Imperfection karya Brene Brown, aku jadi tau kalau itu semua ada hubungannya sama sifat perfeksionisku yang aku kira sama kayak “melakukan yang terbaik” tapi ternyata ngga. Jujur aku ngga semental baja itu menghadapi respons negatif, konfrontasi, dan hal-hal semacamnya. Jadi aku terbiasa main aman dan mencoba melakukan segala sesuatu dengan “sempurna” (versiku) untuk melindungi diriku sendiri yang rentan. Dan sebagaimana yang kita tau bahwa ngga ada hal yang benar-benar sempurna, menghindari semua negativisme dari luar sangatlah ngga mungkin. Kalau dari risetnya Br...

About : "Others 2"

  Hey,there. Aku lagi. Kenapa lagi nih, galau? Hehe. Maaf ya, aku. Kadang kepalaku juga ngerasa gitu. Apakah aku punya hati yang terlalu rapuh dan kurang bisa mempertimbangkan dengan baik atau membuat keputusan yang paling tepat hingga aku banyak menulis dan mempertanyakan segala hal. Tapi ngga tahu kenapa aku rasanya sekarang seperti bisa sedikit lebih bernapas lega mengingat ternyata yang sedang aku lakukan ini bukan suatu hal yang percuma. Kenggajelasan hatiku, kengga-mood-an diriku, kelalaianku dalam banyak hal. Aku takut juga awalnya. Aku merasa segalanya runtuh karena aku ngga cukup baik dan ngga cukup berani. Tapi ternyata fase-fase seperti itu lah yang membuatku bisa memulai kembali. Walaupun kadang runtuh lagi, kali ini kerusakannya ngga separah dulu. Sedikit demi sedikit aku memperbaiki pondasi. Aku begitu marah dengan diriku sendiri melihat diriku yang sekarang—seringkali. Aku membandingkannya dengan diriku dulu yang sangat fokus dengan apa yang aku mau, mempero...

Brief Thoughts~

Halo, semoga dalam keadaan sehat selalu! Stay safe ya… karena baru2 ini sadar,   badan yang sehat tu anugerah   banget.   Mau sekaya atau sepintar apapun kita kalau lagi nggak enak badan, nggak ada nikmat-nikmatnya euy :’( Sebenarnya tergantung kita memaknai juga sih, kalau dalam Islam kan sakit tu tandanya Allah sedang mengangkat derajat kita atau menghapus dosa kita ya (ada di HR. Muslim).   Tapi well, aku inget perkataan Viktor Frankl: walaupun penderitaan juga punya makna, selama penderitaan itu bisa dihindari, ya lebih baik dihindari. Right? Right? Hehe, toh Covid juga bahayanya nggak cuma buat kita doang. Kalau analoginya Gitasav, ibarat tugas kelompok! Kesalahan satu orang bisa pengaruh ke nilai semua orang :) Anyways, aku nulis ini tengah malem kurang dikit (23.40). Nggak ada hal khusus sih. Ini murni aku nulis semauku karena lagi overthinking sama banyak hal. Enjoy! Aku bakal berusaha untuk bikin tulisannya ngelink satu sama lain, nggak tiba-tiba jumping...