Brief thoughts~

Brief thoughts habis nonton menjadi manusia. (Awal nulis bilangnya brief thoughts. Tp endingnya malah jadi 3 halaman di note hp. So, yeah why don't i upload it on blog?)


I'm still confused about lgbt, nonbinary, etc, but on top of that i believe in what my religion says though. Ini topik yang sulit karena i do support human rights bagi siapapun. Tapi seandainya kelak menemukan orang yang nantinya kelihatan memaksakan pov dia, aku mungkin akan bilang, "keberadaan mereka itu ada dan udah selayaknya kita menghargai mereka sebagai sesama manusia. Tapi kalo kamu tanya apakah itu salah atau benar, i'm deeply sorry, i have my own belief and i think you have to respect it"

Tapi itu just in case aja sih. Orang yang bijak kayanya daripada tanya benar/salahnya lebih baik fokus ke hal2 yg bisa dicegah atau diperbaiki deh, :"

Anyway, yang aku sadari tapi yang kayanya orang lain banyak nggak sadari adalah (ribet tapi it sounds good wkwk) : dunia tu uda banyak berubah. Approachnya ga bisa disamain untuk setiap case. Dan kalo liat dari pengalaman orang2 yg melabeli dirinya sebagai sesuatu yg "beda", aku liat kebanyakan karena mereka ga punya komunikasi yg sehat ke orang lain dan ga dapet pengertian yg jelas soal perbedaan gender.

*Lah, nge kotak2in cewe ma cowo ya?*

*Hmm, let's talk about it in another discussion.
Now assume that i believe in different gender role*

Bisa karena ortunya yang ga ngasih tau misal pembicaraan kayak gitu dianggep "obvious" then end of discussion gitu aja, atau karena omongan orang2 yg emang gabisa dijaga, cowo nangis/pemalu dikatain banci, cewe berani dikatain tomboy. Itu kan masalah karakter, bukan cewe atau cowonya, ya ga sih:/  (jadi inget pas ayahku nangis dikit karena terharu atau pas lagi kesulitan banget tapi dia cepet2 nahan. Dia kayak yg "aku ni cowo, seorang ayah lagi". Sedih banget liatnya. Iya bener, jadi orang kudu pinter2 nata emosi. Tapi mengekspresikan emosi sesekali itu manusiawi lah. And that's okayyy TT)

Lanjut, ada juga pernah dapet cerita dari tetangga yg anak cowonya punya kelainan hormon sehingga pas kecil memang lebih kaya cewe. Tapi ortunya sigap dan ya alhamdulillahnya ada rezekinya juga jadi bisa suntik hormon dan sekarang baik2 aja. Tapi yg aku lihat poinnya adalah gimana ortunya merhatiin perilaku anaknya dengan baik dan sigap atas masalah itu.

I'm fully aware kalo jadi ortu tu berat karena yg dipikirin banyak banget, apalagi jadi seorang ibu (ini dari observasiku sebagai seorang anak ya). Ga cuma anak aja, kudu merhatiin diri sendiri, pasangan, ekonomi, omongan tetangga, ikut campur keluarga besar, dll. (Inilah indonesia)

Tapi yg jelas kalo dipikir2 di situ peran ortu penting banget buat ngarahin anaknya. Ngebikin aku mikir lagi aja sebagai seorang cewe. I'm not against whether someone is being wanita karier atau ibu rumah tangga. Tapi yang jelas aku jadi mikir "anak" itu menyangkut "sosok" lain dimana itu adalah suatu responsibility yg besar. Ga cuma soal gizi aja, tp juga gimana pola pikir yg akan anak itu bawa sampai dewasa.

Again, sebenernya semua tergantung orangnya juga. Soal apakah dia adalah seseorang yg mau terus "berproses untuk jd lebih baik" atau nggak. Tapi ya itu untung2an juga, makanya doa itu penting. We don't know what the future holds. Apakah pas dewasa si anak akan punya lingkungan sosial yang baik, akses ke ilmunya cukup atau enggak, dan masih banyak lagi. Yang jelas, selama bisa kita usahain sejak awal, kenapa nggak?

Kayak quotesnya pak Viktor penulis "Man's Search For Meaning" aja sii. Detailnya gimana lupa wkwk, intinya-> "Dunia memang tidak dalam kondisi yang baik. Tapi pasti akan jadi lebih baik kalau setiap orang berusaha yg terbaik:")

(Inilah kenapa kalo baca lupa ga ditandain mana kata2 yg harusnya diinget)

Segitu aja deh. Mungkin sekarang gaya nulisku berubah ya:" Karena aku makin sadar sih kalo ilmu aku masih jauh banget. Pemikiran2ku bisa berubah juga kapanpun itu. Jadi intinya pengen blog ini sebagai bacaan ringan agar orang lain bisa tau another pov aja. Bukan sesuatu yang based on research kayak buku atau ajaran yang niatnya untuk menggurui

Cheers

Comments

Popular posts from this blog

About : "Love"

About : “Perfectionism and Hatred”

About : "Others 2"